Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.1, No.1 (2011)
Judul : KESENIAN JANGER SEBAGAI SALAH SATU MEDIA KRITIK SOSIAL DI DESA BOMO KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI
Penulis : NITA WAHYUNINGSIH
Abstrak :


Kesenian Janger Banyuwangi merupakan sebuah drama atau teater sejenis
ketoprak yang dilengkapi dengan pentas atau panggung peralatan musik lagulagu
lawakan dan tarian-tarian yang memiliki keunikan perpaduan antara
kebudayaan bali dan jawa yang mengandung kritikan-kritikan sosial yang
dijadikan sebagai salah satu media penyampaian yang kreatif dan inovatif dalam
membangkitkan minat masyarakat dalam memahami isi pesan-pesan moral dan
kritik sosial yang disampaikan dalam setiap cerita atau lakon yang dipertunjukkan
dengan adanya pembagian cerita dalam babak-babak yang dimulai dari setelah
isya hingga menjelang subuh. Sebuah kesenian yang menampilkan lakon atau
cerita yang diambil dari kisah legenda maupun cerita rakyat lainnya. Kesenian
Janger bisa dijadikan sebagai "pintu masuk" informasi serta pengetahuan tentang
kondisi bangsa dan negara Indonesia terutama dalam bidang sosial hukum politik
dan budaya serta hankam.
Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis sejarah lahirnya Kesenian Janger
(2) menganalisis kronologis pelaksanaan Kesenian Janger (3) menganalisis
Kesenian Janger sebagai salah satu media kritik sosial di Desa Bomo Kecamatan
Rogojampi Kabupaten Banyuwangi (4) tanggapan masyarakat terhadap kesenian
Janger sebagai salah satu media kritik sosial.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan
yakni: observasi wawancara dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari
para informan hasil observasi proses pelaksaan Kesenian Janger tertulis berupa
dokumentasi desa.
Hasil penelitian membawa perolehan kesimpulan bahwa Kesenian Janger
lahir pada abad ke 19 oleh Mbah Darji asal Dusun Klembon Singonegaran
Kecamatan Banyuwangi. Pelaksanaan Kesenian Janger terbagi dalam tiga tahap
yaitu tahap pra acara atau persiapan acara inti dan tahap akhir atau penutup.
Cerita atau lakon dan lawakan dalam kesenian Janger dijadikan sebagai salah satu
media kritik sosial di Desa Bomo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi.
Kritik sosial yang disampaikan banyak menggambarkan tentang kondisi atau
keadaan pemerintahan sekarang ini. Kritik sosial yang disampaikan banyak
mengandung kritikan yang bersifat membangun dan ada kalanya kritik sosial yang
ii
ditujukan bersifat sindiran untuk pemerintah sehingga menimbulkan tanggapan
beberapa kalangan masyarakat baik dari pejabat hingga masyarakat biasa
menyatakan bahwa sesuai dengan perkembangannya kesenian Janger akan terus
mengikuti dan menampilkan ide-ide kreatif dan inovatif bagi pengembangan
lakon atau cerita dan lawakan agar sesuai dengan permasalahan-permasalahan
yang sedang terjadi saat ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa Kesenian Janger
sebagai salah satu media kritik sosial perlu dikembangkan misalnya dengan
mengembangkan cerita atau lakon dalam kesenian Janger dengan permasalah atau
konflik yang sedang terjadi di daerah tersebut khususnya bagi pemerintah daerah.
Bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi harus lebih
memaksimalkan kinerja yang dilakukan demi kelangsungan kesenian Janger. Bagi
masyarakat lebih peduli dan mencintai kesenian daerahnya sendiri. Bagi guru
PKn hendaknya dapat memberikan pemahaman yang lebik baik terhadap materi
kebudayaan Indonesia kepada muridnya agar mereka memiliki kesadaran yang
tinggi dan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia. Bagi mahasiswa yang ingin
mengkaji atau menindaklanjuti gagasan atau ide lain yang berkaitan dengan karya
tulis ini sebaiknya menggunakan objek yang lebih luas dan materi yang lebih
mendalam tentang kebudayaan Indonesia. Akan lebih bermanfaat pula jika
penelitian dilakukan pada kesenian-kesenian yang lain yang ada di daerah masingmasing.

Kata Kunci : Kesenian Janger Media Kritik Sosial
Full Text :

Kembali