Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.1, No.1 (2011)
Judul : MEDIASI DALAM PERSIDANGAN IZIN POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA KOTA MALANG
Penulis : NOFI SRI UTAMI
Abstrak :

 


PENDAHULUAN


Poligami bisa berarti Poligini (perkawinan seorang laki-laki dengan lebih dari seorang perempuan) namun secara umum istilah Poligami dipergunakan untuk poligini. Poligami sebagai perkawinan antara seorang laki-laki dengan beberapa perempuan pada waktu yang sama atau antara seorang perempuan dengan laki-laki pada waktu yang sama (Sunarto 2000) dalam yeni (2010).


Sejak dahulu kala Poligami telah dilakukan secara luas oleh masyarakat baik lingkungan masyarakat Hindu Persia Romawi Eropa dan Arab Jahiliyah dengan tidak ada pembatasan jumlah perempuan yang diperistrinya. Islam sebagai agama samawi terkahir dan penyempurna syari’at agama samawi sebelumnya menyempurnakan aturan tentang poligami tersebut yang dalam istilah Islam disebut “Ta’adud az-Zaujat”. Islam mengatur soal poligami dengan bijaksana demi kebaikan kaum wanita keturunan keadaan masyarakat dan kemampuan laki-laki. Islam membatasi poligami dengan sebanyak-banyaknya hanya empat orang istri dengan persyaratan yang sangat ketat. Diantara syarat untuk melakukan poligami adalah suami harus dapat berlaku “adil”.  Seorang suami berlaku adil dalam bermuamalah dengan para istrinya yaitu dengan memberikan kepada masing-masing istri hak-haknya tidak curang yaitu memberikan kepada seseorang kekurangan hak yang dipunyainya dan mengambil dari yang lain kelebihan hak yang dimilikinya. Jadi adil berarti persamaan yaitu menyamakan hak yang ada pada para istri dalam hal-hal yang memungkinkan untuk disamakan (Faqih 2006).


Poligami telah ada sebelum Islam namun ia berjalan tanpa adanya batasan dan aturan di dalamnya sehingga sering kali terjadi kezhaliman terhadap kaum wanitanya. Kemudian Islam datang dengan syariatnya yang mengatur permasalahan ini dengan memberikan batasan dan persyaratan. Poligami di dalam Islam dibolehkan sebagai sebuah jalan keluar dalam pembentukan suatu masyarakat yang baik dan mulia. Dibolehkan bagi seorang suami untuk menikah dengan lebih dari seorang wanita namun tetap dengan persyaratan mampu berlaku adil terhadap semua istrinya.
      Namun poligami ini dilarang terhadap seorang laki-laki yang tidak mampu berlaku adil terhadap istri-istrinya. Untuk itu hendaknya seorang laki-laki yang ingin berpoligami betul-betul mempertimbangkan segala sesuatunya sehingga tujuan dari poligami dapat tercapai


Berdasarkan Fakta di seputar poligami menunjukan banyaknya penderitaan yang dialami oleh istri akibat poligami. Penderitaan tersebut dialami baik terhadap istri pertama juga istri yang lainya serta anak-anak mereka. Dari 58 kasus mengenai poligami yang didampingi lembaga bantuan hukum (LBH APIK) selama kurun 2001 sampai juli 2003 memperlihatkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap istri-istri dan anak-anak mereka mulai dari penelantaran istri dan anak-anak penganiayaan fisik. Sementara banyak poligami dilakukan tanpa alasan yang jelas berjumlah 35 kasus. Sedangkan dari pemberitaan yang ada poligami mendorong tingginya tingkat perceraian yang diajukan istri (warta kota dalam LBH APIK 2011)


            Dengan demikian diberikan solusi dengan melakukan mediasi sebelum melakukan poligami khususnya di Pengadilan Agama Kota Malang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa mediasi adalah proses mengikutsertakan pihak ketiga dalam penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat Sedangkan mediator adalah perantara (penghubung penengah) bagi pihak-pihak yang bersengketa. Disamping itu mediasi merupakan sebagai salah satu mekanisme penyelesaian sengketa alternatif di luar pengadilan. Kata mediasi berasal dari bahasa inggris “mediation” yang artinya penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga sebagai penengah atau penyelesaian sengketa secara menengahi yang menengahinya dinamakan mediator. Disamping itu Mediasi merupakan salah satu proses penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan murah serta dapat memberikan akses yang lebih besar kepada para pihak menemukan penyelesaian yang memuaskan dan memenuhi rasa keadilan. Mediasi di Pengadilan Agama adalah suatu proses usaha perdamaian antara suami dan istri yang telah mengajukan permohonan perkaranya dimana mediasi ini dijembatani oleh seorang Hakim yg ditunjuk di Pengadilan Agama sebagai mediator. Dalam pasal (1) PERMA No.1 Tahun 2008 dijelaskan bahwa mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan di bantu mediator.


            Berdasarkan uraian di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup Faktor-faktor yang mendorong seorang suami untuk melakukan izin poligami keefektifan mediasi dalam  persidangan izin poligami  di Pengadilan Agama Kota Malang pelaksanaan mediasi dalam proses persidangan di Pengadilan Agama Kota Malang keberhasilan mediasi dalam proses persidangan izin poligami di Pengadilan Agama Kota Malang.

Kata Kunci : Mediasi Persidangan Izin Poligami Pengadilan Agama Kota Malang
Full Text :

Kembali