Fisika
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.3, No.1 (2014)
Judul : Karakterisasi Pirit Dan Kalkopirit Untuk Mengetahui Komposisi Unsur Fase Kristalin Dan Konstanta Dielektrik
Penulis : ASTRINI DEWI KUSUMAWATI
Markus Diantoro
Yudyanto
Abstrak :

Indonesia dikenal sangat kaya dengan sumber daya alam salah satunya adalah hasil tambang. Hal ini didukung oleh hasil eksplorasi awal oleh tim Universitas Negeri Malang di daerah Tulugagung Jawa Timur dengan Ground Penetrating Radar (GPR) serta uji laboratorium dengan X-Ray Fluorescent (XRF) dan X-Ray diffraction (XRD). Masyarakat sekitar kebanyakan menjual batuan secara mentah dengan pengolahan sangat sederhana. Selain itu banyak batuan dan mineral yang belum diidentifikasi. Jika mineral diidentifikasi dengan benar maka akan didapatkan berbagai manfaat. Penulis mengidentifikasi mineral pirit dan kalkopirit karena mineral tersebut keberadaannya melimpah di alam. Pirit biasa dimanfaatkan dalam pembuatan asam belerang (sulfuric acid) sementara kalkopirit merupakan sumber komersil utama penghasil tembaga atau bijih tembaga.
Pada penelitian ini dimulai dengan penggerusan dan pengayakan dengan ukuran 100 mesh pada kedua mineral. Setelah itu masing – masing mineral dipisahkan berdasarkan warna dan dikarakterisasi. Uji XRF untuk mengidentifikasi komposisi unsur-unsur mineral tersebut uji XRD untuk mengetahui fasa kristalin kemudian dianalisis menggunakan software HighScore Plus dan pengukuran konstanta dielektrik menggunakan LCR pada  frekuensi 10 kHz untuk mengetahui kekonstanan nilai dielektrik pada mineral sampel.
Berdasarkan hasil uji XRF mineral pirit mengandung unsur besi (Fe) dan belerang (S) yang merupakan unsur penyusunnya. Kedua unsur ini terdapat pada seluruh warna. Mineral kalkopirit mengandung unsur tembaga (Cu) besi (Fe) dan belerang (S) yang merupakan unsur penyusunnya. Ketiga unsur ini terdapat pada seluruh warna. Berdasarkan hasil uji XRD fase kristalin pirit ditemukan pada mineral berwarna abu - abu kekuningan keabu-abuan kuning keemasan dan putih keemasan dengan komposisi paling besar pada warna kuning keemasan yaitu 93%. Fase kristalin kalkopirit ditemukan pada mineral berwarna abu-abu keemasan dan kuning kecoklatan dengan komposisi paling besar pada warna abu-abu keemasan yaitu 7%. Nilai konstanta dielektrik paling besar mineral pirit berada pada warna kuning keemasan dengan fase kristalin mineral pirit paling besar yaitu 1843. Nilai konstanta dielektrik paling besar mineral kalkopirit berada pada warna abu-abu keemasan dengan fase kristalin mineral kalkopirit paling besar yaitu 2250.

Kata Kunci : kalkopirit;konstanta dielektrik;pirit;warna mineral
Full Text :

Kembali