Fisika
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.3, No.1 (2014)
Judul : IDENTIFIKASI AKUIFER BERDASARKAN RESISTIVITAS MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA KALIREJO KECAMATAN KALIPARE KABUPATEN MALANG
Penulis : MUHAMMAD GHUFRON
Daeng Achmad Suaidi
Burhan Indriawan
Abstrak :

Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia yang harus selalu terpenuhi adalah air. Air memiliki peranan utama untuk kelangsungan metabolisme di dalam tubuh makhluk hidup tidak terkecuali manusia. Di desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang sangat kekurangan air tanah masyarakat di sana pernah melakukan pengeboran namun airnya sedikit dan merembes kemana-mana dikarenakan air di bawah permukaan tanah mengandung krikil dan pasir. Sehingga debit air dari sumber mata air dan sungai sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat litologi di daerah ini didominasi oleh batuan marmer dan batuan-batuan lainnya yang keras serta kondisi daerah yang kering sehingga usaha penggalian air tanah sulit dilakukan.


            Penelitian ini bertujuan Memetakan sebaran dan kedalaman akuifer bawah permukaan di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Dari nilai resistivitas batuan dan struktur bawah permukaannya maka akan diketahui adanya air tanah di daerah penelitian.


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Proses pengambilan datanya adalah menentukan titik-titik elektroda arus dan potensial. Kemudian mengalirkan tegangan dan menginjeksikan arus. Setelah itu memindahkan elektroda potensial dengan spasi yang ditentukan dan menghasilkan nilai resistivitas.


Hasil penelitian menunjukkan nilai resistivitas .pengambilan data di titik acuan ( data sumur sebagai acuan) Pada interval kedalaman 11.059 meter terhadap lapisan akuifer sumur diperoleh interval nilai resistivitas sebesar 81-100 Ωm. (Hal ini sesuai dengan data sumur). Pada lintasan 1  kedalaman 46.4 s/d 59.9 meter nilai resistivitas tiap lapisan untuk titik duga geolistrik Data lintasan didapat bahwa air tanah berada pada nilai resistivitas 75s/d 100 Ωm.


( Sesuai dengan data sumur). Pada lintasan 2 diperoleh bahwa air tanah terdapat pada kedalaman  129 meter di bawah permukaan dengan nilai resistivitas 81.1-100 Ωm. Hal ini ditunjukkan bahwa nilai resistivitas paling rendah di antara nilai resistivitas yang lain terdapat air tanah.  (sesuai dengan data sumur). Pada lintasan 3 tiap lapisan untuk titik duga geolistrik diperoleh bahwa air tanah terdapat pada kedalaman 167 meter di bawah permukaan dengan nilai resistivitas 79.4 s/d 100 Ωm. Hal ini  ditunjukkan dengan besarnya resistivitas yang ada serta sesuai dengan data sumur yang terdapat pada lampiran. Pada lintasan 4 tiap lapisan untuk titik duga geolistrik data sumur diperoleh bahwa air tanah terdapat pada kedalaman 63.1- 79.4 meter di bawah permukaan dengan nilai resistivitas 79.4 s/d 100  Ωm. Hal ini  ditunjukkan dengan besarnya resistivitas yang ada serta sesuai dengan data sumur yang terdapat pada lampiran.

Kata Kunci : Konfigurasi Schlumberger; Akuifer; desa Kalirejo
Full Text :

Kembali