Fisika
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.3, No.1 (2014)
Judul : Identifikasi Sebaran Dan Kedalaman Batuan Basalt Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Di Desa Penarukan Kecamatan Kepanjen Kabupaten MalangUKAN KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN M
Penulis : AGUS YUDI YANTO
Siti Zulaikah
Nasikhudin
Abstrak :

ABSTRAK


Yanto A. Yudi. 2014. Identifikasi Sebaran dan Kedalaman Batuan Basalt Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Di Desa Penarukan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Zulaikah M.Si (II) Nasikhudin S.Pd M.Sc.


 Kata kunci: Resistivitas Konfigurasi Dipole-Dipole Batu Basalt.


Kebutuhan batuan basalt sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain digunakan sebagai pondasi bangunan jalan dan jembatan batuan basalt di Negara maju dimanfaatkan digunakan dalam pembuatan basalt fiber agregrat aspalcampuran komposit dll. Di Desa Penarukan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang diindikasikan terdapat batuan basalt. Hal ini dapat dilihat dari singkapan batuan basalt dan hasil uji XRF batuan setempat. Hasil uji laboratorium menggunakan XRF menunjukkan batuan menggandung Fe Si Ca Al K dan Ti.  Dari data XRF ini dapat dipastikan bahwa batuan di Desa Penarukan ini adalah batuan basalt. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui sebaran dan kedalaman batuan basalt pada bawah permukaan di Desa Penarukan.


Metode yang digunakan untuk mengetahui sebaran dan kedalaman batuan basalt ini adalah metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. Prinsip kerja metode ini adalah dengan menginjeksikan arus listrik melalui  elektroda ke dalam bumi yang kemudian diukur nilai V I R. Dari penelitian ini didapatkan nilai resistvitas yang kemudian akan diolah dengan menggunakan software res2dinv dan sufer 9. Dari hasil pengolahan ini didapatkan keadaan bawah permukaan daerah penelitian


Dari hasil pengolahan data didapat sebaran dan kedalaman batuan basalt di Desa Penarukan. Pada lintasan 1 batuan basalt terletak pada jarak 10 -30 m dengan kedalaman mulai dari 0854 -118 m. Batuan basalt pada lintasan 1 ini memiliki luasan 3375 m2 dengan persentase 844 %. Pada lintasan 2 ini batuan basalt terdapat pada jarak 50 -130 m dengan kedalaman mulai dari 171 -136 m. Batuan basalt pada lintasan 2 ini memiliki luasan 40992 m2 dengan persentase 1474 %. Pada lintasan 3 batuan basalt terdapat pada jarak 10 -35 m dengan dengan kedalaman 265 -679 m. Batuan basalt pada lintasan 3 ini memiliki luasan 8786 m2 dengan persentase 2197 %. Pada lintasan 4 batuan basal terdapat pada jarak 20 -120 m dengan kedalaman mulai dari 925 -136 m. Batuan basalt pada lintasan 4 ini memiliki luasan 28987 m2 dengan persentase 1042 %. Sehingga dapat dihitung defosit batuan basalt di Desa Penarukan malang adalah 13.99580 m3 dengan persentase 1258%. Batuan basalt ini memiliki nilai resistivitas 456 -100 Ωm. Sedangkan dengan menggunakan alat I-V meter batuan basalt memiliki nilai 265 -1236 Ωm. Nilai suseptibilitas batuan basalt ini berada pada rentang nilai 845 x 10-8 - 8343 x 10-8 m3/kg.

Kata Kunci : Resistivitas; Konfigurasi Dipole-Dipole; Batu Basalt.
Full Text :

Kembali