Fisika
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.2, No.1 (2014)
Judul : SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL PIGMEN (BIRU) PRUSSIAN BLUE FERRIC(III) HEXACYANOFERRATE(II) (Fe4[Fe(CN)6]3) BERBAHAN DASAR PASIR BESI ALAM
Penulis : LILIS TRY WAHYUNI
Nandang Mufti
Yudyanto
Abstrak :

ABSTRAK


Wahyuni Lilis Try. 2014. Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Pigmen (Biru)Prussian Blue Ferric Ferrocyanida (Fe4[Fe(CN)6]3) Berbahan Pasir Besi Alam. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Nandang Mufti S.Si M.T Ph.D.(II) Drs. Yudyanto M.Si.


Kata Kunci:Pasir Besi Prussian Blue kopresipitasi komposisi K4[Fe(CN)6]


            Pasir besi merupakan pasir yang mengandung mineral besi (besi oksida) seperti magnetite(Fe3O4) hematite (α-Fe2O3) dan maghemite (γ-Fe2O3). Sejauh ini telah banyak penelitian yang  mengkaji tentang rekayasa material berbahan pasir besi alam dalam rangka meningkatkan manfaatnya. Salah satu penelitian mengenai pemanfaatan pasir besi adalah sebagai pigmen oksida hitam (Fe3O4) merah (Fe2O3) dan kuning (FeOOH) namun sejauh ini belum ada penelitian mengenai sintesis pigmen biru berbahan dasar pasir besi alam.


            Ferric ferrocyanida atauPrussian Blueadalah pigmen berwarna biru tua yang memiliki rumus kimia Fe4[Fe(CN)6]3. Prussian Blue dihasilkan dari reaksi FeCl3 dengan K4[Fe(CN)6]. Dalam penelitian ini FeCl3disintesis dari pasir besi dengan terlebih dahulu mensintesis Fe2O3 dengan metode kopresipitasi yang kemudian 03 gram Fe2O3 dilarutkan dalam 5 mL HCl. Dalam penelitian ini dilakukan tiga variasi komposisi K4[Fe(CN)6] yaitu 05 gram 1 gram dan 15 gram yang masing-masing dilarutkan adalam 5 mL H2O. Metode yang digunakan dalam sintesis Prussian Blue (Fe4[Fe(CN)6]3) adalah metode kopresipitasi.


            Secara fisis pigmen biru yang dihasilkan memiliki warna semakin cerah dengan penambahan komposisi K4[Fe(CN)6]. Pencocokan pola XRD dengan model standar menunjukkansemakin besar komposisi K4[Fe(CN)6] makapersentase fase Prussian Blue juga meningkat. Pada variasi komposisi K4[Fe(CN)6] 05 gram (PB 1) 1 gram (PB 2) dan 15 gram (PB 3) diperoleh persentase fase Prussian Blue berturut-turut adalah 452% 551% dan 620%. Dari pola XRD juga dapat diketahui ukuran butir Prussian Blue untuk PB 1 PB 2 dan PB 3 berturut-turut adalah 356 nm 298 nm 368 nm. Berdasarkan hasil SEM-EDS dapat diketahui secara mikroskopis ketiga pigmen Prussian Blue yang dihasilkan teraglomerasi. Berdasarkan uji spektrometri UV-Vis dapat diketahui bahwaPB 1 PB 2 dan PB 3 memiliki panjang gelombang absorbansi maksimumberturut-turut 720 nm 730 nm dan 740 nm. Semakin besar komposisi K4[Fe(CN)6] puncak absorpsi maksimal semakin rendah. Berdasarkan uji suseptibilitas menggunakan bartington MS2 didapatkan suseptibilitas ketiga Prussian Blue bahwa semakin besar komposisi K4[Fe(CN)6]3 menghasilkan nilai suseptibilitas yang semakin meningkat. PB 1 PB 2 dan PB 3 memiliki nilai suseptibilitas berturut-turut 79; 82; dan 87.

Kata Kunci : Pasir Besi;Prussian Blue;kopresipitasi;komposisi K4[Fe(CN)6]
Full Text :

Kembali