Fisika
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.2, No.1 (2014)
Judul : IDENTIFIKASI LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN PENENTUAN LAPISAN LUNAK DAERAH RAWAN GEMPA DI PELABUHAN RATU DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN METODE AUDIO-MAGNETOTELLURIK
Penulis : NOVITA MULIANI
Siti Zulaikah
Nugroho Adi Pramono
Abstrak :

Email : novitamuliani22@gmail.com


ABSTRAK


Pelabuhan Ratu merupakan ibukota dari Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Menurut peta kerawanan bahaya gempabumi Kab/Kota Sukabumi meru-pakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan gempa sangat tinggi yaitu Pelabuhan Ratu. Dengan melihat catatan-catatan gempa yang terjadi di Pelabuhan Ratu (1900) pusat gempabumi yang merusak ini terletak pada lajur sesar aktif Cimandiri. Gempabumi yang bersumber dari sesar aktif di darat sangat berpotensi merusak daerah permukaan yang dekat dengan pemukiman dan aktivitas manusia. Untuk mengetahui litologi bawah permukaan dan penentuan lapisan lunak daerah rawan gempa di Pelabuhan Ratu dan sekitarnya maka dilakukan penelitian menggunakan metode Audio-Magnetotellurik (AMT). Pengukuran dilakukan sebanyak 2 lintasan. Lintasan 1 terdapat 20 titik pengukuran dimulai dari jembatan simpang tiga ke arah Bandung sedangkan lintasan 2 terdapat 32 titik pengukuran dimulai dari arah jalan ke Jampang melewati Pelabuhan Ratu dan menerus ke jalan yang arah ke Cibadak. Data pengukuran lapangan yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software SSMT 2000 MT Editor dan WinGlink. Data yang sudah diolah lalu diinterpretasikan berdasarkan nilai tahanan jenis masing-masing lapisan batuan. Sehingga dapat diketahui jenis batuan yang terkandung pada lapisan bawah permukaan daerah rawan gempa di daerah Pelabuhan Ratu dan sekitarnya.  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagian besar litologi bawah permukaan pada lintasan 1 dan lintasan 2 sama yaitu pada permukaan hingga kedalaman 200 meter terdapat batuan dengan tahanan jenis kecil sekitar 4-10 Ohm-m yang diinterpretasikan sebagai batuan lunak seperti lempung atau batu pasir selanjutnya pada kedalaman 200 meter sampai 1000 meter terdapat batuan dengan tahanan jenis yang lebih besar berkisar antara 30 sampai 500 Ohm-m yang diinterpretasikan sebagai batuan yang relatif lebih keras seperti batu gamping konglomerat breksi dan batu apung. Selanjutnya pada kedalaman 1000 meter sampai 2000 meter terdapat batuan dengan tahanan jenis yang tinggi sampai 1000 Ohm-m yang diinterpretasikan sebagai batuan keras seperti andesit dan basal. Lapisan lunak berada pada lapisan permukaan sampai kedalaman 200 meter yang ditunjukkan dengan nilai tahanan jenis kecil sekitar 4 sampai 10 Ohm-m yang diinterpretasikan sebagai batuan yang belum kompak atau batu pasir yang mengandung air maka apabila suatu saat terjadi gempa di Pelabuhan Ratu baik itu di darat atau di laut maka akan menyebabkan kerusakan yang cukup berarti.


 

Kata Kunci : Litologi;Gempabumi;Pelabuhan Ratu;Audio-Magnetotellurik
Full Text :

Kembali