Fisika
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.2, No.1 (2014)
Judul : Persebaran Potensi Bahaya Landaan Tsunami di Sepanjang Pantai Selatan Wilayah Kabupaten Malang Jawa Timur
Penulis : AJENG MEI SHEILA
Sujito
Daeng Achmad Suaidi
Abstrak :

Sheila Ajeng Mei. 2014. Persebaran Potensi Bahaya Landaan Tsunami di Sepanjang Pantai Selatan Wilayah Kabupaten Malang Jawa Timur. Skripsi. Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Sujito S.Pd.M.Si. (II) Daeng Achmad Suaidi S.Si.M.Kom.


Kata Kunci : Kabupaten Malang;Tsunami; skenario; run up; slope; magnitude; Iida Immamura; Arc GIS 10.0; kerawanan; kerentanan; tingkat Tsunami


 


     Kabupaten Malang di Jawa Timur memiliki beberapa tujuan wisata pantai yang indah. Disisi lain keindahan pantai selatan Malang ini terdapat potensi bencana karena letaknya yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang merupakan tempat pertemuan dua lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia yang secara tektonik sangat aktif dan dapat menjadi sumber bencana Tsunami. Kelandaian pantai sangat mempengaruhi run up maksimum ke daratan (Hedratno 2005). Pada pantai terjal Tsunami tidak terlalu jauh mencapai daratan karena tertahan dan dipantulkan kembali oleh tebing pantai (Hedratno 2005). Sementara pada pantai relatif landai gelombang Tsunami yang tiba akan semakin membesar dan bertambah cepat (Hedratno 2005).


     Berdasarkan kondisi tersebut wilayah pesisir Kabupaten Malang merupakan wilayah yang menarik untuk dikaji potensi bahaya Tsunami dan upaya awal untuk melakukan mitigasi. Objek penelitian sepanjang pantai selatan Kabupaten Malang dari bagian timur (Pantai Sipelot) hingga bagian barat (Pantai Ngliyep). Hasil penelitian bertujuan agar dapat memahami karakteristik gelombang Tsunami salah satunya magnitude Tsunami. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan 1) dapat dipergunakan sebagai dasar dan informasi dalam perencanaan dan pengembangan kawasan pantai 2) meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya Tsunami yang dapat terjadi setiap saat 3) dapat memperkecil dampak (mitigasi) bencana dan 4) mengantisipasi langkah-langkah penyelamatan diri dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki kawasan pantai.


            Penelitian ini menggunakan pemodelan nilai run up dan nilai slope dengan penetuan magnitude metode Iida Immamura terhadap tiga skenario dengan persebaran 16 titik pengamatan pantai. Program Arc GIS 10.0 digunakan untuk membentuk kontur wilayah dengan overlay peta dasar Kabupaten Malang. Tingkat kerawanan berdasarkan nilai run up terhadap tiga skenario sedangkan tingkat kerentanan berdasarkan faktor karakteristik pantai meliputi bentuk pantai kekasaran pantai keberadaan pulau penghalang ekosistem pesisir serta jarak tata lahan pantai di daerah selatan Kabupaten Malang. Skenario 1 episenter gempabumi Banyuwangi 5117216 - 4846115 m. Skenario 2 episenter gempabumi Bali 9362834 – 7624308 m dan Skenario 3 dengan episenter gempabumi Yogyakarta 671867 – 5654428 m. Kerawanan dan kerentanan menghasilkan tingkat Tsunami dari yang paling tinggi hingga paling rendah untuk pantai sepanjang Kabupaten Malang adalah 1) Pantai Balekambang 2) Pantai Nganteb 3) Pantai Ungapan 4) Pantai Lenggoksono 5) Pantai Sipelot 6) Pantai Bajul Mati 7) Pantai Leter 8) Pantai Ngliyep 9) Pantai Kondang Merak 10) Pantai Wonogoro 11) Pantai Ngudel 12) Pantai Gua Cina 13) pantai Tamban 14) Pantai Gandol Alas 15) Pantai Clungup dan 16) Pantai Sendang Biru.


 

Kata Kunci : Kabupaten Malang; Tsunami; skenario; run up; slope; magnitude; Iida Immamura; Arc GIS 10.0; kerawanan; kerentanan; tingkat Tsunami
Full Text :

Kembali