IMAGE
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.1, No.1 (2012)
Judul : MAKNA SIMBOLISME TOKOH WAYANG TOPENG MALANG DALAM BENTUK DAN WARNA DI DUSUN KEDUNGMONGGO DESA KARANG PANDAN KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG
Penulis : YUDI ANWAR
MOELJADI
FENNY ROCHBEIND
Abstrak :

Wayang topeng merupakan sebuah pertunjukan berlakon dengan menggunakan penutup muka atau topeng untuk mengetengahkan karakteristik tokoh-tokohnya. Bentuk figur topeng adalah simbolisasi dari karakter manusia yang ditandai oleh bentuk mata hidung mulut ornamen ragam hias serta pewarnaannya. Unsur inilah yang membawa perbedaan karakter serta cara pengapresiasiannya antara satu figur dengan figur lainnya. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai makna simbolisme tokoh Wayang Topeng Malang dalam bentuk dan warna.


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup bentuk dan warna tokoh serta makna simbolisme tokoh Wayang Topeng Malang dalam bentuk dan warna di Dusun Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.


Penelitian ini mengunakan penelitiaan deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan bentuk dan warna topeng serta aksesoris yang digunakan oleh tokoh Wayang Topeng Malang meliputi golongan Sabrang dan golongan Jawa di Dusun Kedungmonggo. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Untuk keabsahan data dilakukan trianggulasi member check and audit trial dan peer debriefing. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi.


Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua kesimpulan: pertama bentuk dan warna tokoh Sabrang Klana Sewandana dan Bapang Jayasentika. Warna topeng dan pakaian merah. Bentuk topeng bulat mata kedelen alis blarak sinegar sinom kupu tarung. Bentuk hidung Klana Sewandana pangotan mulut jambe sinegar setangkep kumis njlaprang jenggot brewok jamang bunga melati ronce. Pada Bapang Jayasentika hidung bapangan mulut delima pecah kumis bundeli jenggot kepelan jamang hiasan padma. Ragam hias pakaian dan aksesoris adalah ular naga dan burung merak. Tokoh alusan Jawa Panji Asmarabangun Gunungsari Sekartaji dan Ragil Kuning. Warna putih untuk Gunungsari dan Sekartaji warna hijau Panji Asmarabangun dan warna kuning untuk Ragil Kuning. Bentuk topeng oval mata gabahan alis blarak sineret hidung wali miring kumis kucing anjlog jenggot udan gremes mulut delima mletek sinom wiji wutah cula bunga wijayakusuma jamang bunga melati. Hiasan pakaian dan aksesoris bunga matahari dan burung merak.


Kedua makna simbolisme tokoh Wayang Topeng Malang dalam bentuk dan warna. Makna simbolisme bentuk tokoh Sabrang menyimbolkan tokoh berkarakter keras pemarah tidak teguh pedirian dan sombong. Makna simbolisme  tokoh alusan Jawa menyimbolkan karakter mulia jujur lemah lembut sabar. Makna simbolisme warna merah adalah nafsu amarah warna putih nafsu mutmainah warna hijau nafsu alu-amah warna kuning nafsu supiyah.


Mask puppet or Wayang Topeng is an action show by using a mask or a face cover to show the figures characteristic. The shape of mask figure is a symbol of  human characteristic figure which is signed by shapes of eyes nose lips custom various ornaments and colouration system. These things  differentiate the characteristics and the expression way  between one figure and others. In connection to that it is needed to study about symbolism meaning of Malang mask puppet/wayang topeng in both shape and colour.


            This research is done to describe some things about shape and colour of mask puppet/wayang topeng figure and also the meaning of symbolism of  it in both shape and colour especially in Kedungmonggo village Pakisaji District Malang Regency 


            This research used descriptive-qualitative research design. Research data is an explanation of shape mask characteristics colour and used accesories by Malang mask puppet/wayang topeng figure in both shape and colour include Sabrang group and Java group in Kedungmonggo village. Data collection is done by using interview and observation way. The tool which is used is human. That is the researcher himself. For keeping the accuracy of the data it is done data triangulation activity. The data analysis activity is begun from data reduction data presentation  making a conclusion and giving verification.


            based on the results of the data analysis the researcher conclude it into two results; Firstly the shape and the colour of Sabrang Klana Sewandana and Bapang Jayasentika. The colour of mask and custom are red.  The shape of the mask has round face kedelen eyes blarak sinegar eyebrow sinom Kupu Tarung.  Klana Sewandana has  pangotan/bapangan nose jambe sinegar setangkep lips bundle/njlaprang moustache kepelan/brewok beard  jamang padma ronce jasmine.  Bapang Jayasentika figure has bapangan nose broken pomegranate lips bundeli moustache kepelan beard jamang is decorated by padma.The custom is decorated by a dragon and a peacock. The figure of Alusan Jawa are Panji Asmarabangun Gunungsari Sekartaji and Ragil Kuning. Gunungsari and Sekartaji are white Panji Asmarabangun is green and Ragil Kuning is yellow. The shape of mask has oval face gabahan eyes blarak sineret eyebrow wali miring nose delima meletek lips kucing anjlok moustache udan gremes beard  sinom wiji wutah cula wijayakusuma flower jamang jasmine. The custom is decorated by sun flower and peacock. The main colour are white green and yellow. Secondly The symbolism meaning of Malang mask puppet figure in shape and colour; for Sabrang generally it has a hard characteristic bad- tempered has not a strong stand and arrogant. Whereas the Java alusan figure is noble kind honestycalm and patient. The symbolism meaning of red is angry

Kata Kunci : makna simbolisme tokoh Wayang Topeng Malang bentuk dan warna; symbolism meaning figure of Malang Wayang Topeng shape and colour.
Full Text :

Kembali