LABAS
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.2, No.1 (2013)
Judul : KESENIAN JANGGRUNG DI DESA KAPAS KECAMATAN KUNJANG KABUPATEN KEDIRI
Penulis : KIMIKO LYSAURA SISWOKO
E.W. SUPRIHATIN DYAH PRATAMAWATI
TUTUT PRISTIATI
Abstrak :

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Latar belakang munculnya Kesenian Janggrung di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri? (2) Bagaimanakah struktur penyajian Kesenian Janggrung di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri? dan (3) Bagaimankah bentuk penyajian Kesenian Janggrung di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi wawancara dan dokumentasi dari dua informan. Hasil penelitian adalah: (1) latar belakang munculnya Kesenian Janggrung berawal dari Kesenian Tayub yang mengalami pergeseran. Kesenian Janggrung ini makin popular setelah peristiwa G 30 S PKI pada tahun 1965. Karena setelah peristiwa yang mencekam masyarakat khususnya membutuhtuhkan hiburan yang dapat menyegarkan pikiran mereka (2) struktur penyajian Kesenian Janggrung yang terdiri dari tiga adegan yaitu a) adegan awal b) adegan inti serta c) adegan akhir dan (3) bentuk penyajian Kesenian Janggrung ditinjau dari unsur-unsurnya terdiri dari. Unsur utamanya adalah gerak. Unsur pendukungnya adalah a) tata pentas/tempat pertunjukan b) properti c) tata rias d) tata busana dan e) musik iringan (gong kendang gender babok peking saron dan demung).


 


based on the above concept the researcher tried to describe two things  (1) BackgroundArtistry  Janggrungemergence at Kapas village district Kunjang regency of Kediri (2) structur presentation from Janggrung at Kapas village district Kunjang regency of Kediri(3)ArtsPresentation FormJanggrung at Kapas village district Kunjang regency of Kediri. This study uses a qualitative descriptive approach. The data were collected through observation techniques interviews and documentations from two of informant. The conclusions of this study are: (1) the background of the emergence of art begins Janggrung Arts Tayub the shift. Janggrung art is increasingly popular after the G 30 S PKI about 1965. Because after a terrifying incident people especially need entertainment to refresh their minds. (2) artistry presentation structure janggrung that consist of three scenes that is a) beginning scene b) kernel scene with c) scene ends and (3) the presentation of art Janggrung terms of its elements consist of. The main element is the supporting element of movement are a) planning stage / venue b) property c) cosmetology d) the procedures used are very simple fashion and e) musical accompaniment (gongs drums gender babok peking saron and demung).

Kata Kunci : Struktur penyajian; Bentuk penyajian; Kesenian Janggrung; Kediri
Full Text :

Kembali