ENIGMA
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.3, No.1 (2013)
Judul : Perancangan Film Dokumenter Tentang Biografi Mbah Muri Sebagai Pelestari Kesenian Bantengan Pujon-Malang
Penulis : FENTISARI DESTI SUCIPTO
SUGIYONO
HEPPY JUNDAN HENDRAWAN
Abstrak :

Kesenian Bantengan merupakan salah satu kesenian di Jawa Timur yang masih bertahan hingga saat ini. Kesenian ini tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur meliputi Malang Raya Mojokerto Batu dan daerah lainnya. Setiap tahun di kota Batu diadakan acara rutin Gebyak Bantengan Nuswantara. Diikuti oleh berbagai paguyuban Bantengan antara lain Ngroto Joyo dari Pujon Poncokusumo dari Tumpang dan paguyuban lain di daerah Jawa Timur. Sehingga eksistensi kesenian Bantengan masih bisa dirasakan hingga saat ini. Semua ini tak lepas dari peran seniman dan para tokoh kesenian Bantengan. Maka dari itu Film Dokumenter Mbah Muri Uri-Uri Bantengan ini memuat biografi seorang pelestari kesenian Bantengan yang telah berkarya di kesenian Bantengan selama 60 tahun. Film ini bertujuan sebagai pengenalan eksistensi pelestari kesenian Bantengan dan sebagai film yang mungkin dapat menginspirasi penontonnya setelah melihat perjuangan Mbah Muri. Metode perancangan menggunakan model prosedural diawali dengan proses pra-produksi lalu produksi dan terakhir adalah pasca produksi. Tahap pra-produksi meliputi penentuan ide riset dan proses pembuatan naskah produksi. Tahap produksi meliputi perekaman video dan suara. Pasca produksi meliputi editing dan promotion. Perancangan ini menghasilkan sebuah film dokumenter berjudul “Mbah Muri Uri-uri Bantengan” berdurasi 24 menit delapan detik . Film ini menceritakan perjuangan Mbah Muri sebagai pelestari Bantengan secara runtun berdasarkan tahun kejadiannya. Disimpan dalam format DVD agar bisa diputar di DVD player maupun komputer.
Dengan hasil perancangan seperti ini diharapkan mampu mengenalkan Mbah Muri sebagai pelestari kesenian Bantengan Ngroto Joyo.


 


Bantengan dance is one of many arts in East Java which have been existing until now. Bantengan exists in some region of East Java such as Malang Mojokerto Batu and the other places. The most famous event of Bantengan is Gebyak Nuswantara. It becomes an annual event in Batu. This kind of achievment is the result of the Bantengan artist‟s struggle. Thus “Mbah Muri Uri-Uri Bantengan” documentary film tells us about biography “conservationist or sesepuh” somekind like Java elders who has been dedicating his life to Bantengan Dance for 60 years. The purpose of this film is introducing the existing of „sesepuh‟ in Bantengan Dance. Moreover this may inspire the audience in particularly cases.
The Design method is used procedural model. The first step is pre-production then production and the last is post-production. Pre-production are determining the idea researching and writing the scenario. Production step are recording the video and recording the sound. Post production step are editing and promotion.
This project create a documentary film “Mbah Muri Uri-uri Bantengan”. The duration is 24 minutes eight second. This film is told us the struggle of Mbah Muri as a conservasionist Bantengan Dance. This film is saved in the DVD format. It may play in DVD player or PC. The aim of this film is to introduce Mbah Muri as a conservationist Bantengan Dance Pujon-Malang may come real.

Kata Kunci : Perancangan; Film Dokumenter; Film Dokumenter Biografi; Tokoh Bantengan; Mbah Muri; Mbah Muri Uri-Uri Bantengan; Bantengan
Full Text :

Kembali