MEDIA SENI DAN DESAIN
Universitas Negeri Malang
 
Home > Artikel > Detil artikel

Detil Artikel

Edisi : Vol.1, No.1 (2012)
Judul : KONTINUITAS DAN DIS-KONTINUITAS SENI PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG DI MALANG
Penulis : ROBBY HIDAJAT
Abstrak :

Abstrak: Kontinuitas bersandar pada teri fungsional-struktural yang menyatakan bahwa kesenian dalam masyarakat mempunyai fungsi tertentu dan sangat berkait dengan hajat hidup masyaraktnya. Tetapi tidak demikian dengan pandangan Des-Kontinuitas yang memandang bahwa seni pertunjukan hadir dari waktu-kewaktu berdasarkan kemampuan “negosiasi ruang-waktu” sehingga hadir sebagai sebuah “frahmentasi” yang dari waktu kewaktu mempunyai “actor-aktor intelektual” yang mengimplementasikan hasrat keinginan motivasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan dan berbagai kepentingan politis yang menggejala pada zamannya. Wayang Topeng di Malang jika dicermati dari prospeksif Des-Konstruksi akan menampakan sebagai mozaik atau sebagai “laiyer” yang antar potongan satu dengan potongan lain sebenarnnya berdiri sendiri satu sama lain tidak memiliki kaitan yang bersifat kontinuitas. Satu sama lain dapat disebut sebagai gejala adaptatif difusi atau kohesi budaya yang menggejala untuk membangun sebuah pengokohan. Tetapi pola-pola konstruksi sosial organisatoris tersebut tidak hadir sebagai sebuah diakronistik. Tetapi menunjukan sebuah potongan masa yang satu sama lain tidak saling berdiri atas kekuatan masing-masing.

Kata Kunci : Konstrusksi Seni pertunjukan Wayang Topeng.
Full Text : -

Kembali